Risiko Kanker Prostat

Risiko Kanker Prostat

Risiko Kanker Prostat

Kanker prostat sudah kerap kita dengar dan memang penyakit ini adalah sebuah kondisi di mana sel kanker menyerang dan berkembang di bagian prostat, kelenjar yang ada pada bagian sistem reproduksi para pria. Kanker prostat pada umumnya dikenal sebagai sebuah kondisi kanker yang pertumbuhannya sangat pelan dan tak menyebar dengan cepat. Namun jangan anggap enteng juga sebab ada juga jenis kanker prostat yang sifatnya lebih agresif dan penyebarannya terjadi secara cepat. Penyebab dari kanker ini sendiri belumlah begitu jelas, namun ada dugaan-dugaan faktor Risiko Kanker Prostat ini begitu besar untuk diderita seseorang dan di bawah inilah bisa didapat ulasannya:

 

  1. Mutasi Sel

Risiko Kanker Prostat yang pertama yaitu karena mutasi sel. Mutasi akan menyebabkan sel-sel normal di dalam prostat akan menjadi berkembang secara abnormal dan inilah yang kemudian malah menimbulkan yang namanya kanker prostat. Sel kanker atau sel yang tumbuh secara abnormal tadi akan terus berlanjut berkembang dan akhirnya tumor pun juga ikut tumbuh. Pada kasus kanker yang agresif, sel-sel akan meninggalkan tumor aslinya dan akan menyebar ke bagian-bagian lain dari tubuh penderitanya secara lebih cepat dari yang bukan bersifat agresif. Berikut di bawah ini adalah mutasi gen yang diturunkan oleh orang tua:

 

  • BRCA 1 dan BRCA2

Bila ada kesalahan yang terjadi dalam DNA sel, gen supresor tumor ini pada dasarnya berperan baik dan berfungsi sebagai penolong sewaktu proses perbaikan kesalahan tersebut. Dengan kata lain, gen ini bakal memicu kematian sel apabila misalnya kesalan pada DNA sel tak dapat diperbaiki. Hanya saja, khusus untuk gen BRCA2 yang mengalami perubahan rupanya juga berpengaruh dan menaikkan Risiko Kanker Prostat.

  • HOXB13

Terjadinya mutasi pada gen ini pun sudah dibuktikan ada hubungannya erat dengan Risiko Kanker Prostat yang dialami oleh para pria yang usianya masih tergolong muda. Mutasi pada gen ini memang cukup langka sehingga termasuk menguntungkan, namun tak ada salahnya untuk tetap rutin check up demi mengetahui kondisi kesehatan kelenjar prostat.

  • HPC1 atau RNASEL

Gen supresor tumor satu ini memiliki fungsi yang normal pada dasarnya karena manfaatnya adalah membantu sel-sel untuk mati ketika ada suatu kesalahan yang terjadi di dalam sel-sel tersebut. Hanya saja adanya mutasi turunan yang terjadi pada gen ini kemudian membuatnya tak berfungsi sebagaimana seharusnya. Karena mutasi inilah tubuh kemudian memiliki sel-sel abnormal yang bertahan hidup di sana lebih lama dari seharusnya sehingga otomatis menyebabkan timbulnya kanker prostat. HPC1 adalah istilah yang dipakai sebelum akhirnya dikenal dengan istilah RNASEL dan ketika mutasi terjadi, Risiko Kanker Prostat seperti tak dapat terelakkan lagi.

  • MLH1 dan MSH2

Kedua gen tersebut dikenal sebagai gen yang berfungsi baik dalam perbaikan kesalahan atau ketidaksesuaian yang terjadi pada DNA di mana ini terbentuk sewaktu sebuah sel bersiap-siap untuk membelah menjadi 2 sel baru. Setiap kali membagi atau membelah diri menjadi dua, sel-sel tersebut harus menciptakan salinan DNA mereka. Pria-pria dengan mutasi gen seperti ini diketahui bakal mengalami sebuah kondisi yang disebut dengan istilah sindrom Lynch, namun selain itu juga ada sejumlah jenis kanker lainnya yang turut mengancam, seperti kanker prostat, serta adanya risiko kolorektal yang semakin meningkat. Mengecek selalu kesehatan tubuh sangat dianjurkan supaya Risiko Kanker Prostat tersebut tak terjadi.

 

  1. Faktor Genetik

Mutasi yang memicu Risiko Kanker Prostat itu asalnya adalah turunan di mana saudara kandung atau orang tua kita pernah atau tengah mengalami kanker ini. Dengan demikian, potensi kita akan menjadi lebih tinggi untuk terserang penyakit yang sama dan sebabnya adalah ada DNA rusak yang para orang tua turunkan kepada kita, otomatis DNA yang tak berfungsi ini kemudian malah berkembang menjadi sebuah Risiko Kanker Prostat.

 

  1. Faktor Ras

Ras termasuk dalam salah satu faktor Risiko Kanker Prostat di mana memang biasanya para pria Afrika-Amerika malah justru bisa menaikkan Risiko Kanker Prostat 2 kali lipat. Bahkan ada kemungkinan besar terdeteksinya kanker prostat sudah pada stadium lanjut sehingga saat ketahuan adanya kanker tersebut, rupa dan bentuk penderita sudah cukup buruk. Justru kaum pria Asialah yang paling jarang ditemui mengidap penyakit kanker prostat dan ini merupakan salah satu temuan dan penelitian oleh American Cancer Society sehingga potensi insiden kanker prostat pada pria Asia dan juga Latin diketahui lebih rendah ketimbang pria Afrika-Amerika dan Kaukasus.

 

  1. Faktor Usia

Faktor umur seseorang juga bisa menaikkan Risiko Kanker Prostat ini. Telah diteliti dan dibuktikan oleh Prostate Cancer Foundation bahwa dari 10 ribu pria, hanya ada 1 pria yang berada pada usia di bawah 40 tahun dimana Risiko Kanker Prostat padanya lebih tinggi. Selain itu juga telah ditunjukkan bahwa ada 1 di antara 14 pria dengan rentang usia 60-69 tahun yang mengalami Risiko Kanker Prostat. Selebihnya dan bahkan mayoritas dapat dikatakan pria yang kerap mengidap Risiko Kanker Prostat justru mereka yang umurnya sudah mencapai 65 tahun atau lebih dari itu sehingga sebaiknya para pria dengan usia tersebut rajin untuk check up.

 

  1. Faktor Hormon

Risiko Kanker ProstatPada pria, produksi testosteron dapat meningkat bersama dengan hormon lainnya karena dirangsang oleh lemak dan testosteron ini merupakan hormon yang mempercepat tumbuh dan kembangnya sel kanker prostat. Testosteron yang diproduksi secara tak terkendali dapat berakibat buruk dan malah bisa menstimulasi sel-sel Risiko Kanker Prostat lebih aktif berkembang.

 

  1. Faktor Jenis Pekerjaan

Untuk para pria, ada sejumlah pekerjaan yang bisa sangat meningkatkan Risiko Kanker Prostat, seperti misalnya produsen baterai, para tukang las pekerja karet serta mereka yang sering terkena paparan kadmium logam. Memang sepintas tak ada yang salah dengan pekerjaan tersebut, namun ternyata ada sisi di mana pekerjaan tersebut tidaklah aman. Khusus para pria yang memiliki pekerjaan seperti yang disebutkan, diharapkan untuk lebih berhati-hati dan menjadi lebih waspada dengan rutin memeriksakan diri ke dokter agar tidak terkena Risiko Kanker Prostat.

 

 

 

Risiko Kanker Prostat

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*