Kanker Prostat Stadium Akhir

Kanker Prostat Stadium Akhir

Kanker Prostat Stadium Akhir

Kanker Prostat Stadium Akhir

Kanker Prostat – Hampir 80 persen pengidap kanker prostat berada pada usia di atas 65 tahun. Meski begitu, resiko terjadinya kanker prostat akan meningkat seraya usia Anda bertambah, dan itu dimulai sejak Anda menginjak usia 40 tahun, terutama bagi Anda yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ini. Tentu saja ada faktor-faktor lain yang dapat memicu insiden kanker prostat selain faktor genetik.

Kanker terjadi ketika sel-sel normal mulai tumbuh dan berkembang tanpa kontrol normal mereka. Setelah sel-sel mengalami konversi, mereka berkembang biak dan membentuk suatu massa/benjolan yang disebut tumor. Karena pertumbuhan yang tidak terkendali mereka, tumor dapat menyerang jaringan sekitarnya dan mencapai organ-organ lain melalui aliran darah. Inilah yang disebut tumor ganas ( kanker). Proses dimana kanker dapat menyerang dan menyebar ke organ lain disebut metastasis. Jaringan kanker menginvasi jaringan sekitar mereka dan mengambil oksigen dan nutrisi yang mereka butuhkan untuk bertahan . Hampir semua kanker prostat adalah adenokarsinoma dari prostat, yang berarti bahwa mereka berasal dari sel sekresi kelenjar prostat.

Segeralah memeriksakan diri Anda, apalagi jika tanda-tanda dan gejala kanker prostat sudah muncul. Seperti jenis kanker lainnya, kanker prostat pada stadium awal memang tidak menimbulkan gejala khas. Namun, pada tahap selanjutnya, bisa jadi Anda merasakan gejala-gejala berikut.

  • Sering buang air kecil, terutama pada malam hari.
  • Sulit menahan pipis.
  • Urin yang dikeluarkan tidak memancar, tetapi lemah dan seringkali menetes saja.
  • Nyeri dan terasa panas ketika pipis.
  • Adanya darah dalam air seni maupun air mani.
  • Gangguan ejakulasi.
  • Nyeri pada daerah panggul dan pangkal paha.

Gejala tersebut hanya merupakan gejala awal. Apabila kanker prostat sudah memasuki stadium lanjut maka gejala akan bertambah. Gejala tersebut berupa air seni berdarah, tulang nyeri apabila ditekan, dan sakit pada bagian prostat.

Apabila kanker prostat sudah dideteksi, maka dokter harus menentukan stadium kanker tersebut untuk menentukan langkah penyembuhan kanker prostat. Stadium untuk kanker prostat dibagi menjadi tahapan seperti berikut :

  • Stadium A : Tumor belum dapat diraba saat pemeriksaan fisik, hanya dapat diketahui saat dilakukan pembedahan prostat.
  • Stadium B : Tumor sudah dapat diraba saat pemeriksaan fisik dan hanya terdapat pada bagian prostat
  • Stadium C : Tumor telah menyebar keluar dari bagian kapsul prostat, tetapi belum mencapai kelenjar getah bening
  • Stadium D : Tumor menyebar ke kelenjar getah bening dan bagian tubuh lain seperti tulang, paru-paru, dan lainnya

Penyembuhan kanker prostat memiliki banyak variasi pengobatan. Pengobatan yang dapat dilakukan diantaranya melalui tindakan medis berupa pembedahan, radioterapi, terapi hormon, dan kemoterapi. Pengobatan alternatif seperti pemberian ramuan tradisional dapat membantu meringankan gejala dan menahan pertumbuhan kanker, tetapi tidak dapat menghilangkan kanker tersebut secara keseluruhan. Pasien dapat diberi kombinasi dari cara-cara pengobatan tersebut dengan mempertimbangkan :

  • Usia, penyakit khusus, preferensi, dan hal lainnya yang menyangkut kondisi pasien
  • Stadium kanker, ukuran kanker, dan derajat keganasan
  1. Pembedahan

Pembedahan dilakukan untuk mengangkat kelenjar prostat (prostatektomi radikal), tindakan ini seringkali dilakukan untuk kanker pada stadium A dan B. Komplikasi untuk tindakan ini biasanya berupa impotensia dan lebih sering berkemih.

Selain pengangkatan kelenjar prostat pembedahan juga dapat dilakukan untuk mengangkat testis (orkiektomi), tindakan ini dilakukan pada kanker stadium C. Tindakan ini dinilai lebih efektif karena tidak memerlukan tindakan pengobatan ulang dan lebih murah dibanding pengobatan lainnya, tetapi tindakan tersebut menyebabkan berkurangnya kadar testoteron. Hal ini mengakibatkan munculnya efek psikis dan fisik pada pasien.

  1. Penyinaran

Terapi penyinaran eksterna dapat dilakukan di rumah sakit tanpa memerlukan rawat inap. Terapi ini dilakukan rutin sebanyak 5 kali tiap minggu selama 6-8 minggu. Efek samping yang dapat ditimbulkan antara lain berkurangnya nafsu makan, kelelahan, iritasi pada kulit, diare, cedera atau luka bakar pada rectum, serta infeksi kandung kemih.

Penyinaran juga dapat dilakukan dengan terlebih dahulu mencangkokkan butiran yodium, emas, atau iridium aktif pada jaringan prostat melalui sayatan kecil. Radiasi akan mengarah pada bagian yang dicangkokkan sehingga kerusakan jaringan pada bagian sekitarnya menjadi lebih sedikit.

Kanker Prostat Stadium Akhir

  1. Obat-obatan

Pemberian obat untuk memanipulasi hormon sehingga kadar testoteron dapat berkurang. Pengobatan menggunakan kemoterapi juga dapat dilakukan, yaitu pengobatan dengan obat-obatan yang dapat menghancurkan sel kanker. Metode ini biasa dilakukan untuk pasien dengan kanker yang telah menyebar atau stadium D.

Kanker Prostat Stadium Akhir

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*